Thursday, December 4, 2014

Biografi - Nisya Nurhidayati : Sosok Wanita, Istri dan Ibu yang Hebat

Oleh: Amiira Alva Salsabiella (XI-IPS-1/03)
Nisya Nurhidayati atau akrab dipanggil Nisya lahir di Blora, 14 Februari 1972. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Nama Nisya berasal dari kata Anisa yang berarti perempuan. Nurhidayati berasal dari dua kata yaitu Nur yang berarti cahaya dan Hidayati yang berarti hidayah. Ayahnya adalah seorang tentara yang sering berpindah-pindah. Masa kecilnya dihabiskan dengan berpindah-pindah dari Palembang, Cimahi, Semarang hingga akhirnya menetap di Kedung Tuban, Blora, Jawa Tengah. Karena seringnya bergaul dengan berbagai macam etnis dari berbagai daerah menyebabkannya mudah untuk bergaul.
Nisya pernah bersekolah di TK Kukila Kencana Jawa Barat dan SD Kesatrian 2 Jawa Barat sampai kelas 2. Kemudian tahun berikutnya ia pindah ke SDN Bajo 1 hingga lulus. Nisya lalu melanjutkan sekolahnya di SMPN 1 Kedung Tuban dan SMAN 1 Cepu. Saat SD hingga SMP, Nisya suka mengikuti kegiatan tari. Selain itu ia juga sering mengikuti lomba cerdas cermat. Selama bersekolah, Nisya merupakan seorang gadis yang pintar dan aktif. Selama SD hingga SMP, Nisya selalu menjadi juara umum. Saat SMA pun Nisya masuk ke 10 besar di kelasnya yang merupakan kelas untuk anak-anak yang pintar. Saat SMP hingga SMA, ia sering dijuluki sebagai “gadis  berkepang dua”. Nisya merupakan gadis yang cukup populer di sekolah-sekolahnya. Banyak teman yag suka berteman dengannya karena kepribadiannya yang ramah pada semua orang juga pengetahuannya yang luas.
Pada tahun 1990, Nisya melanjutkan kuliah ke Universitas Atma Jaya Yogyakarta jurusan teknik sipil. Awalnya wanita ini mencoba mendaftar di Universitas Gajah Mada jurusan geografi, namun sayangnya ia gagal. Akhirnya Nisya memutuskan untuk mengambil jurusan teknik sipil di Atma Jaya karena saat itu, jurusan itulah yang sudah mendapat predikat disamakan sehingga ia tidak perlu lagi mengikuti ujian negara. Nisya juga tidak menyukai pelajaran kimia sehingga ia mencari jurusan yang tidak mempunyai pelajaran kimia. Maka pilihannya jatuh pada jurusan teknik sipil.
Di masa kuliahnya ini jugalah Nisya bertemu dengan calon suaminya, Edwien Hendrayuwono. Awalnya, Edwien sering mencarikan tempat duduk untuk Nisya karena wanita ini hampir selalu telat masuk kuliah. Lama-kelamaan, setiap kuliah Nisya dan Edwien selalu duduk bersebelahan.
Setelah itu Edwien mengajak Nisya kencan saat malam tahun baru. Kemudian dari sana lah mereka mulai pacaran. Nisya sering menjuluki Edwien dengan sebutan “lele” karena kumis yang dipunyai Edwien. Namun lucunya, saat tahun baru itu mereka justru memilih untuk makan lele.
Wanita yang sering dipanggil “Anis” di lingkungan rumahnya ini lulus kuliah pada Oktober 1996 dan diwisuda pada Februari 1997. Di acara wisudanya ini, keluarganya dan keluarga Edwien bertemu dan akhirnya menentukan tanggal untuk lamaran mereka. Akhirnya mereka menikah pada 8 Agustus 1997. Pernikahan mereka dilaksanakan di rumah keluarga Nisya yang kebetulan juga merupakan rumah kepala desa dikarenakan ayah Nisya yang saat itu sedang menjabat sebagai kepala desa.
Setelah menikah, Nisya pindah ke Probolinggo, tempat keluarga suaminya. Pada 10 Mei 1998, Nisya melahirkan anak pertamanya, seorang perempuan yang diberi nama Amiira Alva Salsabiella. Amiira lahir normal di rumah seorang bidan di Probolinggo pada jam setengah tujuh pagi. Walaupun saat itu sedang dalam keadaan ekonomi yang buruk, namun Edwien dan Nisya tetap berusaha mencukupi segalanya dengan uang yang ada. Bahkan, uang mereka hanya cukup untuk membayar bidan saja pada saat itu. Namun untungnya, pada saat itu jugalah Edwien mulai pindah bekerja di PT. JAS Juanda, Surabaya.
Sekita tahun 2000, Nisya pernah bekerja untuk sebuah proyek sebagai konsultan pengawas di Jember selama enam bulan. Setelah kontraknya habis, Nisya tidak melanjutkan bekerja karena anaknya menolak untuk ditinggal bekerja. Bahkan, Amiira pernah melempar sepatu Nisya ke kolam demi mencegah “mami”nya itu untuk bekerja.
Setelah itu Nisya pindah ikut bersama suaminya ke Sidoarjo. Awalnya, Nisya dan keluarganya pernah mengontrak di sebuah rumah selama dua tahun. Lalu setelahnya kontraknya habis, akhirnya mereka membeli rumah sendiri. Rumah yang kecil namun dibeli dengan usaha mereka sendiri.
Awal kehidupan Nisya dan keluarganya di Sidoarjo merupakan masa yang sulit di mana mereka hidup pas-pasan. Uang mereka sudah habis untuk membeli rumah. Namun walaupun begitu, Nisya dengan tabah terus menjadi sosok istri dan ibu yang hebat bagi keluarganya.
Pada 22 September 2004, Nisya melahirkan anak keduanya. Anak lelaki sehat yang diberi nama Athalla Bayanaka Maheswara. Nisya mengurus segala hal sendirian. Mulai dari mengurus bayinya yang baru lahir, mengurus anak perempuannya yang masih SD hingga mengurus semua pekerjaan rumah tangga. Nisya tak pernah sekalipun menggunakan jasa pembantu rumah tangga. Ia dan suaminya sepakat bahwa mereka tidak perlu menggunakan jasa pembantu jika semua masih bisa dilakukan sendiri.
Hingga sekarang, Nisya masih tetap merupakan seorang sosok yang hebat. Nisya merupakan tipe ibu masa kini yang canggih dan tidak buta akan teknologi. Nisya aktif di berbagai jejaring sosial dan blog. DI waktu luangnya, Nisya sering menghabiskan waktunya dengan menjelajah di internet. Selain itu, Nisya juga pandai memasak dan bisa menyulam. Nisya juga senang berkebun, membaca dan mengarang bebas. Halaman rumahnya dipenuhi berbagai tanaman dan bunga yang selalu terawatt. Ibu dua anak ini juga selalu mampu membantu anak-anaknya dalam tugas-tugas sekolah mereka. Tangan-tangannya yang terampil melakukan berbagai hal selalu dikagumi oleh teman-teman dan juga keluarganya, terutama anak-anaknya.





No comments: